Sabtu, 04 Maret 2017

Pulang ke Jogja, Kali Kedua (Agustus 2016 )

Yeiiiiiii ☺☺ untuk kedua kalinya akhirnya pulang ke Jogja lagi, ha..ha..ha..ha.. padahal bukan warga Jogja, ngarep banget jadi penduduk Jogja (sapa yang ga bakal rindu dengan hangatnya Jogja),  kedua kali ini pun hampir sama dadakannya dengan yang pertama, tapi ini lebih dadakan dari sebelumnya harus berangkat hari itu juga, sampai-sampai cuman bawa baju seadanya dan terpaksa harus beli beberapa baju lagi di Jogja

Setelah urusan dadakannya selesai (urusan yang benar-benar bikin kepala pusing dan pengen menyerah saja), aku kembali meluangkan waktu untuk menikmati Alam Jogja, Jogja punya banyak tempat wisata yang bener-bener wajib dikunjungi, karena waktu tidak memungkinkan jadi hanya beberapa tempat wisata saja yang sempat  bisa kunikmati, itupun random aja sama sekali ga pake itinerary.


  • Pantai Parangtritis, udah berkali-kali ke Paris tapi tetap aja suka datang ke sini, waktu yang paling bagus untuk datang kesini itu pas sore hari udaranya mulai ga panas dan Sunset nya kereen , siang hari mataharinya terik banget dan malam hari udaranya dingin banget, anginnya pun lumayan kencang, yah namanya juga laut anginnya pasti kencang, pernah nongkrong di sini sampai jam 10 malam, pulangnya masuk angin akut.









  • Pantai Baron, Pantai yang terletak di kecamatan Tanjung Sari Kab. Gunung Kidul, pantai Baron ini berbeda dari pantai-pantai yang ada di Jogja, keunikannya yaitu adanya sungai bawah tanah yang mengalir ke lautan dan juga mempunyai Mercusuar yang dibangun diatas tebing karang, karena perginya bareng dengan si Mas yang takut ketinggian jadi ga ada acara naik-naik ke mercusuar, padahal pengen.


itu mercusuarnya, yang jauh di sana



  • Pantai Kukup, pantai yang bersebelahan dengan pantai Baron, aku suka dengan pantai ini, bersih dan waktu itu ga' rame, di pantai ini terdapat Gardu pandang yang dibangun diatas batu karang yang terpisah agak jauh dari pantai, untuk menyebrang ke Gardu pandang dibangun jembatan (anginnya kencang pas ngelewati jembatan), banyak yang jadi model dadakan di gardu pandang ini.







  • Pantai Glagah, pantai ini berada di daerah Kulon Progo, pantai yang memiliki Laguna dengan pemecah ombaknya (tetrapod), tetrapod ini jadi keunikan tersendiri dipantai glagah, pas kesini rada seru, ada perbaikan jalan, jadi lewat pematang kecil yang sampingnya sungai, mana jalan pematangnya rada rusak, sedikit serem takut nyebur ke sungai (ketakutan orang yang ga bisa berenang).





  • Candi Ratu Boko beralamat di Jalan Raya Jogja-Solo, Prambanan, tadinya kesini niatnya mau liat sunset, ternyata Zonk !!!, sunset nya ga muncul, 






  • Candi Ijo, Candi ini berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, dari namanya yang terfikir adalah candinya berwarna hijau, ternyata ga, warnanya sama seperti candi-candi lainnya, lalu kenapa namanya Candi Ijo, karena bangunan candi berada diatas bukit Gumuk Ijo maka di berilah nama Candi Ijo.





  • Tebing Breksi, berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, letaknya tidak jauh dari Candi Ijo, pas kesana Tebing Breksi masih dalam tahap pembangunan, biaya masuk cukup bayar seiklasnya.




salah satu ukiran yang ada di dinding tebing


  • Kali Biru, Kawasan wisata alam Kalibiru berada di Kabupaten Kulon Progo, pas kesini ada hal lucu, udah jauh-jauh teryata ga bawa duit, akhirnya kembali nyari ATM dan itu pun jauh, di Kalibiru ini sebenarnya spot nya itu ngeliat waduk sermo dari ketinggian , disini banyak spot foto yang bagus, kitanya aja yang ga mau soalnya bayar dan antriannya panjang dan memang ga mau , ha..ha..ha


waduk sermo yang di kelilingi Bukit Manoreh

Tak punya wajah

  • Puncak Dipowono,  berada di Kabupaten Kulon Progo, tempat wisata ini masih sepi, masih kalah populer dengan Kalibiru, ditempat ini pun spotnya melihat waduk sermo yang di kelilingi Bukit Manoreh, bentuk waduknya membentuk seperti Love.





  • Hutan Pinus Puncak Becici Dlingo, dimana banyak pohon pasti suasananya sejuk, rasanya pengen punya rumah di antara pepohonan pinus, di hutan pinus ini seperti kebanyakan tempat wisata di Jogja yang banyak menyediakan fasilitas Spot foto, dan di bagian atas yaitu Puncak Becici katanya bisa melihat gunung Merapi, tapiiii....teryata ga' kelihatan karna tertutup kabut, di Puncak Becici banyak yang pacaran, untungnya aku pun pergi ga' sendirian jadi ga' kelihatan Tuna asmaranya, tapi walaupun pergi berdua, yang satu jalannya kemana yang satunya juga entah jalan kemana, tetap kelihatan Jomblonya.

Tuh ada yang berduan, pasangan saya ga tau kemana.

Gunung Merapi nya kagak kelihatan.

Mr. Monkey (yg punya becici), duuhhh tulisan di kandangnya bikin baper.

  • Hutan Pinus Mangunan, Bantul. hutan pinus yang bener-bener menjadi incaran, Sejuuuk banget, weekday saja ramai apalagi weekend, bahkan pada ngantri untuk berfoto di spot foto yang ada di antara pohon-pohon pinus, kita mah yang ga' suka selfie memilih diam menikmati kesejukan yang ada (sampai ada yang tidur nyenyak)







  • Bukit Paralayang, bukit terletak di atas pantai Parangtriitis, seperti namanya bukit ini biasanya dipakai untuk berlatih paralayang, diibukit ini pemdangannya sangat indah bisa melihat hamparan laut yang begitu luas, jika beruntung bisa melihat sunset yang begitu indah, teryata saya tika beruntung, sunsetnya kagak kelihatan





Note : Thanks Mas Jogja, udah mau bercapek-capek,berpegal-pegal, berkesal-kesal (saya sering salah baca Maps) bersusah-susah, yang udah kaya tukang ojek nemening Eneng keliling-keliling. satu kata "trip ku menyenangkan",


Rabu, 01 Maret 2017

Backpacker Dadakan Jogja-Bali_April 2016

Backpakeran dari Jogja ke Bali yah kenapa Ga!, jika yang berduit tapi punya waktu sedikit lebih memilih naik pesawat untuk mempersingkat waktu, kita yang cuman punya duit ga' seberapa  tapi punya waktu free lebih banyak  memilih dengan jalur darat naik kereta api, Hemat, Lama, Capek tapi sangat menyenangkan , moment-moment di perjalanan ini yang ga ada habisnya untuk di ceritakan (sudah sebulan berlalu pun masih sering ketawa ngakak ngingat hal-hal gokil yang terjadi di kereta) dan kangen banget untuk mengulanginya yah walaupun tidak akan pernah sama.

Biar ga buru-buru sehari sebelum berangkat, sudah beli tiket dari Jogja  menuju Banyuwangi (beli tiketnya bisa di agen penjual tiket, utiket.com, Indomaret, atau bisa langsung ke Stasiun belinya menggunakan vending machine lebih praktis) , naiknya di Stasiun Lempuyangan dengan kereta api Sri Tanjung (kelas Ekonomi AC), diharap jangan terlambat apalagi ketinggalan kereta, karena harus nunggu hari berikutnya.

Perjalanan dari Jogja-ke Banyuwangi membutuhkan waktu kurang lebih 14 jam, saya berangkat dari stasiun Lempuyangan (Jogja) Pukul 07 : 15 Wib dan sampai di Stasiun Banyuwangi baru pukul 21: 15 Wib.

Setalah tiba di Stasiun Banyuwangi baru, kita harus naik kapal verry di Plabuhan Ketapang yang menyebrang ke Plabuhan Gilimanuk Bali  jarak dari stasiun ke Pelabuhan ga' jauh bisa jalan kaki, keluar dari stasiun menuju jalan raya dan belok kanan ikuti jalan lurus. jika sudah di kapal verry, usahakan cari bis yang langsung ke terminal ubung.

kalau saya waktu itu langsung ngambil bis yang ngetem di halte depan indomaret, biasanya bis yang ngetem di situ langsung ke Terminal Ubung (Indomaret depan Stasiun Banyuwangi Baru ), cukup nunggu lima menit bis langsung berangkat masuk ke Plabuhan dan langsung naik ke kapal verry.

Penyebrangan dari Plabuhan Ketapang ke Gilimanuk membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. sampai di Gilimanuk segera sediakan Kartu identitas (KTP) karena ada pengecekan KTP di arah jalan mau keluar dari Pelabuhan, jangan sampai ga' ada yah karena bakal di tolak untuk masuk ke Bali.

Jika tidak naik bis atau ga dapat bis di  kapal verry yang langsug menuju terminal ubung, setelah pengecekan KTP jalan lurus saja nanti ada terminal, ambil bus yang kecil jangan ambil bus yang besar, karena bus besar menuju terminal mangwi (jauh dari kuta).

Dari Plabuhan  Gilimanuk ke Terminal Ubung di tempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam, sampai di di Terminal Ubung teryata sepi (jam 3 subuh), dari artikel-artikel Bacpaker ke Bali menuju Kuta bisa menggunakan angkot atau taksi, bisa ngambil  angkot di halte Serbagita menuju Patung Dewa ruci lalu jalan kaki ke kuta , dan  saya lebih memilih menggunakan angkot yang memang ngetem di terminal langsung menuju Poppies Lane 2 kuta. 

untuk Penginapan, saya menginap di Losmen Artawan yang ada di Poppies lane 2 dekat dengan Monumen Bom Bali. Penginapan yang recomanded untuk backpacker, di penginapan ini pun sedia rental motor.

Berikut biaya yang kami keluarkan selama trip, dari Jogja ke Bali (4 hari 3 malam) untuk 2 orang

Tiket Kereta api dari lempuyangan ke banyuwangi baru : Rp. 192.000
Bus dari banyuwangi ke terminal ubung denpasar : 100000
Ongkos agkot dari terminal ubung ke kuta (poppies lane2 ) Rp. 60000
Biaya penginapan 4 Hari 3 malam: Rp. 350.000
Rental motor 4 hari Rp. 200.000
Banyuwangi Baru-Jogja : Rp. 192.000
Biaya Makan 4 Hari 3 malam 160000
Uang Bensin 4 hari Rp. 84000

Biaya masuk tempat wisata:

Pantai kuta (Biaya masuk Gratis)
Pantai Legian (free)
GWK Rp. 140000
Uluwatu biaya parkir Rp. 5000
Melasti Beach Biaya masuk Rp. 20000
Tanah Lot biaya masuk +Parkir  Rp. 22000
Bedugul Biaya masuk + Parkir Rp. 22000 
Pandawa Beach. Biaya masuk Rp. 20000
Taxi Crab kuta-Ubung : Rp. 56.000 
Bus Ubung-Banyuwangi : 210.000


Total Rp. 1.833.000 (2 orang).

Sebenarnya untuk 4 hari 3 malam di Bali bisa dapat tempat banyak wisata, tapi karna ada sesuatu (masalah pribadi) jadi tak banyak tempat bisa kami explore, Next trip untuk mengeksplore semua tempat wisata di Bali.


Penginapan Arthawan, Popies lane 2

Jalan Legian, yg kalau siang sepi tapi kalau malam ramainya luar biasa



Legian Street

Malam minggu di Monumen Bom Bali II


Kuta Beach

Kuta Beach



No caption needed



Depan GWK


GWK

Kesayangan aku, Mr. Momoy


Mr. Momoy, Background Patung kepala burung Garuda



Patung dewa wisnu (mereka siapa ?, entah )



Kolam di GWK (ada kura kuranya)





Pura Tanah lot, Zonk !!! Air lautnya belum surut, salah waktu.



Uluwatu

Tebing di Uluwatu





Jalan Masuk ke Budugul


Pandawa Beach












Melasti Beach





Note : Banyak foto yang Raib (di kamera Digital), usahakan bawa Kamera yang bagus DSLR atau Mirrorless, Bikin itinerary (cari tempat wisata yang searah biar ga muter muter, Pakai Maps dan cari travelmate yang ga baperan (ini penting).

Trip Singkat Lawang sewu & Candi Gedong Songo, Semarang.

" aku pengen ke semarang Mas " ujarku "Ayoo cuss ", dia selalu menjawab dengan seenaknya dia "serius" uj...